Tuesday, May 21, 2013

laporan fisiologi hewan air tentang osmoregulasi dan sistem saraf




LAPORAN PRAKTIKUM
FISIOLOGI HEWAN AIR
OSMOREGULASI DAN SISTEM SARAF

LOGO



Disusun Oleh :
Nama : Farah Aisa
NIM : 202 11 11 038



PRODI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN BIOLOGI
UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
2013

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena atas berkat rahmatNya saya dapat menyelesaikan praktikum serta laporan akhir Fisiologi Hewan Air
            Adapun isi dari laporan akhir ini adalah kumpulan dari setiap laporan mingguan selama praktikum berlangsung.
Saya juga tidak lupa untuk mengucapkan banyak terimakasih kepada Dosen serta staf pengajar Mata kuliah Fisiologi Hewan Air yang selalu membimbing dan mengajari saya dalam melaksanakan praktikum. Serta semua pihak yang membantu saya dalam hal penyusunan laporan ini.
Laporan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu kritik serta saran yang membangun masih saya harapkan untuk penyempurnaan Laporan akhir ini.
Sebagai manusia biasa saya merasa memiliki banyak kesalahan , oleh karena saya mohon maaf sebesar besarnya untuk kekurangan-kekurangan dalam laporan ini.
Atas perhatian dari semua pihak yang membantu penulisan ini saya ucapkan terimakasih. Semoga Laporan ini dapat dipergunakan seperlunya.
           


                                                                                                      Pangkalpinang, 18 Mei 2013



DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................................i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................ii
BAB I. PENDAHULUAN........................................................................................................1
1.1. Latar Belakang....................................................................................................................1
1.2. Tujuan..................................................................................................................................1
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................................2
BAB III. MATERI DAN METODE
3.1. Materi..................................................................................................................................3
3.2. Metode................................................................................................................................3
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN.................................................................................5
4.1. Hasil data............................................................................................................................5
4.2. Pembahasan.......................................................................................................................38
BAB V. SIMPULAN DAN SARAN.......................................................................................40
5.1. Simpulan............................................................................................................................40
5.2. Saran..................................................................................................................................40
DAFTAR PUSTAKA









BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Osmoregulasi adalah proses mengatur konsentrasi cairan dan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organisme hidup. Proses osmoregulasi diperlukan karena adanya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dengan lingkungan disekitarnya. Jika sebuah sel menerima terlalu banyak air maka ia akan meletus, begitu pula sebaliknya, jika terlalu sedikit air, maka sel akan mengerut dan mati. Osmoregulasi juga berfungsi ganda sebagai sarana untuk membuang zat-zat yang tidak diperlukan oleh sel atau organisme hidup. Osmoregulasi adalah pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh yang layak bagi kehidupan ikan sehingga proses-proses fisiologis berjalan normal (Raharjo, 1970 dalam Bestian, 1996). Osmoregulasi pada ikan air tawar melibatkan pengambilan ion dari lingkungan untuk membatasi kehilangan ion. Air akan masuk ke tubuh ikan karena kondisi tubuhnya hipertonik, sehingga ikan banyak mengeksresikan air dan menahan ion (Boyd, 1990 dalam Arista, 2001) . Menurut Affandi dan Usman (2002), organisme air dibagi menjadi dua kategori sehubungan dengan mekanisme fisiologisnya dalam menghadapi tekanan osmotik air media,yaitu:
1. Osmonkonformer adalah organisme air yang secara osmotik labil dan mengubah-ubah tekanan osmotik cairan tubuhnya untuk menyesuaikan dengan tekanan osmotik air media hidupnya.
2. Osmoregulator adalah organisme air yang secara osmotik stabil (mantap), selalu berusaha mempertahankan cairan tubuhnya pada tekanan osmotik yang relatif konstan, tidak perlu harus sama dengan tekanan osmotik air media hidupnya.
Ikan Laut memiliki cairan tubuh lebih encer (hipoosmotik) daripada lingkungannya : cenderung kehilangan air dan mendapatkan tambahan ion-ion.
Ikan Air tawar memiliki cairan tubuh yang konsentrasinya lebih besar daripada lingkungannya (hiperosmotik) : ikan kehilangan garam dan mengambil air melalui insang.
Ikan yang bermigrasi dapat merubah sistem osmoregulasinya saat berpindah lingkungan (tawar ke laut atau sebaliknya)
1.2  Tujuan
Untuk mengetahui daya tahan tubuh ikan air tawar pada perlakuan garam 2ons , 4ons , 6ons , dan 8ons.
Untuk mengetahui tingkah laku ikan pada perlakuan garam 2ons , 4ons , 6ons , dan 8ons.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Daya tahan hidup organisme dipengaruhi oleh keseimbangan osmotik antara cairan tubuh dengan air (media) lingkungan hidupnya. Pengaturan osmotik itu dilakukan melalui mekanisme osmoregulasi. Mekanisme ini dapat dinyatakan sebagai pengaturan keseimbangan total konsentrasi eklektrolit yang terlarut dalarn air media hidup organisme.
Organisme perairan harus melakukan osmoregulasi karena; (1) Harus terjadi keseimbangan antara substansi tubuh dan lingkungan; (2) Membran sel yang permeabel merupakan tempat lewatnya beberapa substansi yang bergerak cepat; (3) Adanya perbedaan tekanan osmose antara cairan tubuh dan lingkungan (Kimball, 1992)
Proses osmoregulasi pada ikan air tawar menyebabkan mineral dan garam cepat hilang pada air pemeliharaan, sedangkan pada pemeliharaan ikan laut, air akan menjadi semakin pekat akibat pengeluaran garam dan pengambilan air (Subani, 1984).
Ikan sebagai hewan yang hidup di air mempunyai kapasitas osmoregulasi melalui membran yang dalam hal ini adalah insang. Terganggunya proses osmoregulasi dapat disebabkan karena insang menjadi lebih permaebel sehingga sulit di lalui air. Akibatnya pengeluaran garam dari insang menjadi terhenti dan menyebabkan gagal ginjal (Lesmana, 2001).
Insang berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Pada hampir semua ikan, insang merupakan komponen penting dalam pertukaran gas. Insang terbentuk dari lengkungan tulang rawan yang mengeras, dengan beberapa filamen insang di dalamnya. Tiap-tiap filamen insang terdiri atas banyak lamella, yang merupakan tempat pertukaran gas. Tugas ini ditunjang oleh struktur lamella itu yang tersusun atas sel-sel tiang sebagai penyangga pada bagian dalam. Pinggiran lamella yang tidak menempel pada lengkung insang sangat tipis, ditutupi oleh epithelium dan mengandung jaringan pembuluh darah kapiler. Jumlah dan ukuran lamella sangat besar variasinya, tergantung tingkah laku ikan (Fujaya, 2008).



BAB III
MATERI DAN METODE
3.1. Materi
            Materi yang diamati dalam praktikum ada dua yaitu mengamati bentuk otak ikan dan mengamati osmoregulasi ikan yang diberi perlakuan salinitas dan suhu yang berbeda.
a.       Alat dan bahan pengamatan bentuk otak ikan
1.      1 set alat bedah
2.      Cawan petri 1 buah
3.      1 buah tissue gulung
4.      1 buah Styrofoam berukuran 20x20cm
5.      5 buah jarum pentul
6.      1 buah mikroskop
7.      1 buah kaca pembesar
8.      1 ekor ikan yang dijadikan sampel (1/2kg)
b.      Alat dan bahan pengamatan osmoregulasi ikan
1.      Akuarium 1 buah
2.      Handrefraktometer 1 buah
3.      Handcounter 1 buah
4.      Alat bedah 1 set
5.      Mikroskop 1 buah
6.      Air asin secukupnya
7.      Ikan sebagai sample 1 ekor

3.2. Metode
a. Metode pengamatan bentuk otak ikan sebagai berikut :
1. Mencatat identifikasi ikan, ukuran berat, panjang, dan kondisi kesehatan ikan
2. Potong kepala ikan secara tegak lurus (vertikal) tepat dibelakang tutup insang. Ambil bagian kepala dan bagian badannya disingkirkan
3. Kepala dipotong secara vertical dari permukaan atas hingga kepala terbuka dan nampak organ otak yang ditutupi oleh lendir atau darah
4, Bersihkan dengan kapas/tissuedarah/lendir yang menutupi otak
5. Amati bagian-bagian otak secara manual dengan menggunakan kaca pembesar
6. mengamati dibawah mikroskop dengan pambesaran kecil dan dilanjutkan dengan pembesaran lebih besar
7. Gambar dan catat semua bagian-bagian yang nampak.

c.       Metode pengamatan osmoreulasi ikan sebagai berikut :
1.      Siapkan 1 buah akuarium yang bervolume minimal 1 liter
2.      Siapkan air media dengan salinitas tertentu sesuai dengan yang ditentukan untuk masing-masing praktikan (mahasiswa/i)
3.      Penambahan salinitas dilakukan dengan penambahan garam dapur
4.      Beri tanda masing-masing akuarium yang sesuai dengan salinitasnya
5.      Masukkan ikan kedalam akuarium masing-masing tunggu sampai 1 menit
6.      Hitung pergerakan tutup buka operkulum ikan dengan menggunakan handcounter
7.      Bila ikan mati sebelum 3 jam, maka ikan tersebut diambil dan disectio kemudian dicatat dalam menit keberapa ikan tersebut mati dan sebutkan juga alasannya
8.      Setelah 3 jam pengamatan ikan dibedah, amati warna ginjal dan insang ikan tersebut.

1.1.Maksud dan Tujuan Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan dengan maksud untuk memperkenalkan kepada mahasiswa mengenai fisiologi ikan dan dengan adanya praktikum ini diharapkan mahasiswa lebih memahami lmu teori yang sudah diberikan dapat diaplikasikan di lapangan.
                                    
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui bentuk-bentuk otak ikan
2.      Mengetahui osmoregulasi ikan yang dipelihara dalam media dengan kadar salinitas yang berbeda.

1.2.Waktu dan tempat
Tempat praktikum fisiologi hewan air di Laboratorium perikanan. Waktu setiap hari selasa jam 10-12 wib sampai selesai.
1.      minggu ke-1 tanggal 13 maret 2013 praktikum ikan lele (clarias batrachus)
2.      minggu ke-2 tanggal 20 maret 2013 praktikum ikan nila( oreochromis sp),
3.      minggu ke-3 tanggal 27 maret 2013 praktikum ikan bawal(colossoma macropomum),
4.      minggu ke-4 tanggal 3 april 2013 praktikum ikan emas (ciprinus carpio),
5.      minggu ke-5 tanggal 10 april 2013 praktikum ikan gabus( channa striata),
6.      minggu ke-6 tanggal 17 april 2013 praktikum ikan patin( pangasius pangasius),
7.      minggu ke-7 tanggal 24 praktikum ikan gurami(osphoronemus gouramy).

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Data hasil praktikum Fisiologi hewan air yaitu :
Nama ikan : Lele ( clarias batrachus)
1.      Garam              : 200 gram
Panjang             : 32 cm
Tinggi               :  3 cm
Berat ikan         : 150 gram
Volume air       : 5 L
Salinitas            : 35 ppt
Warna insang   : mrah marun

2.      Garam             : 400 gram
      Panjang           : 34 cm
      tinggi               : 12 cm
      Berat ikan        : 200 gram
      Volume air      : 5 L
      salinitas           : 35 ppt
     Warna insang  : merah

3.      Garam         : 600 gram
      Panjang     : 29 cm
                  Tinggi        : 3 cm
                 Berat ikan   : 150 gram
                 Volume air : 5 L
                 Salinitas      : 100 ppt
Warna insang  : merah pucat


4.      Garam             : 800 gram
Panjang           : 27 cm
Tinggi             : 13 cm
Berat ikan        : 150 gram
Volime air       : 5 L
Salinitas          : 120 ppt
Warna insang  : merah merun

Klasifikasi :
            Kingdom    : Animalia                    
      Filum          : Vertebrata
           Class           : Pisces
               Ordo            : Ostariophysoidei
                    Family         : Claridae
                        Genus          : Clarias
                             Spesies        : Clarias batrachus

Tabel 1. Perlakuan 2 0ns garam
No
Menit ke
Gerakan operkulum
Tingkah laku ikan
1
0-1(tanpa perlakuan)
53/menit
-gerakan operkulum normal
-respirasi normal ditandai adanya gelembung udara keluar dari rongga mulut.
-ikan tampak tenang.
-warnba mata dan tubuh cerah.
2
10(dengan perlakuan)
14/menit
-ikan tampak mulai gelisah dan sesekali berenang kepermukaan.
-respirasi lambat/toleransi terhadap kadar garam.
-Aktivitas bernafas melemah
-mulai mengeluarkan lendir.
3
20(dengan perlakuan)
12/menit
-ikan tampak semakin gelisah.
-operkulum tampak membuka sesekali, lebih sering dalam keadaan menutup.
-iksn berenang kedasar.
-jeda waktu buka-tutup operkulum lambat.
-sesekali ikan kepermukaan dengan posisi mulut megap-megap.
-lenndir yang dikeluarkan dari kulit dan derivatnya semakin banyak.
Ikan tampak disorientasi.
Warna mata dan tubuh memudar/pucat.

4
30(dengan perlakuan)
Tidak ada
-ikan diam
-berada di dasar
Lendir bertambah banyak.
-Terkadang melakukan pergerakan namun sangat lamban.
5
40(dengan perlakuan)
Tidak ada
-semakin banyak mengeluarkan lendir.
-warna berubah semakin pucat.
-tidak ada pergerakan.

6
50(dengan perlakuan)
Tidak ada
-ikan mati.

Tabel 2 . Perlakuan 4 ons garam
No
Menit ke-
Gerakan Operkulum
Tingkah laku ikan


1
1 ( tanpa perlakuan )
54 kali
ikan bergerak aktif

2
10
14 kali
ikan bergerak keluar

3
20
0
diam seperti mati ,

posisi kepala diatas ekor dibawah

4
30
0
ikan mulai berlendir, dari mulutnya

mengeluarkan gelembung, siripnya bergerak-

gerak, mulut menganga

5
40
0
lendir mulai banyak, mata memutih, mulut

membuka lebar

6
50
0
Ikan mati



Tabel 3. Perlakuan  6 ons garam
No
Menit ke
Gerakan operkulum
Tingkah laku ikan

1
o-1 (tanpa perlakuan)
71/ menit
-Gerakan seperti biasa.
-Agak diam.
-Warna cerah.
-Kondisi ikan terdapat   luka.

2
10 (dengan perlakuan)






0/menit (tidak bergerak)
-ikan memberontak/gelisah.
-kulit mengeluarkan lendir.
-kondisi kepala di bawah ekor diatas (disorientasi)
-kondisi ikan berubah-ubah/tidak tenang.
-akan melakukan adaptasi osmoregulasi dengan menutup overkulum, namun ikan masih memberontak ( overkulum tidak bergerak lagi).

3





16( dengan perlakuan)





0/menit (tidak bergerak)
-ikan berada dipermukaan/mengapung.
-tubuh ikan air tawar lebih hipertonis sehingga air lebih banyak masuk lewat permukaan tubuh, sehingga overkulum tertutup. Karena pengaruh kadar garam dan mengurangi air yang masuk ke dalam tubuh.

4




20(dengan perlakuan)




0/menit (tidak bergerak)
-ikan semakin banyak mengeluarkan lendir.
-air di media banyak terdapat gelombang busa2 kecil mengapung dipermukaan.
-ikan diam namun ketika disentuh ikanm masih memberikan respon/pergerakan.
-masih memberikan respon/pergerakan.
-lendir tidak keluar lagi.
-ikan membuka mulut ketika disentuh.


5
30 (dengan perlakuan)
0/menit (tidak bergerak)
-ketika ikan diangkat ke baki, ikan masih membuka mulut.
-tidak ada tanda2
Kehidupan.
-ikan diangkat dan diketok-ketok kepalanya dan ikan masih bergerak, operkulum bergerak (di atas baki)
-lendir tidak keluar lagi.
6
40 (dengan perlakuan)
0/menit (tidak bergerak)
-mata ikan berwarna putih.
-garam yang mengendap di akuarium larutkan dengan diaduk-aduk.
-mulut ikan semakin membuka.
7
50 (dengan perlakuan)
0/menit (tidak bergerak)
-ikan mati.







Tabel 4. Perlakuan 8 ons garam
No
Menit ke
Gerak operculum
Tingkah laku ikan
1
0
62
-Tenang
-berada di permukaan
2
10
-
-bergerak kesana kemari
-stres dan mengamuk
-posisi tubuh miring dan mengapung
-sungut dan sirip terlihat bergerak-gerak namun operculum tidak membuka
-terkadang meloncat tiba-tiba
-disorientasi
3
20
-
-pingsan dalam posisi miring
-sirip dada dan sungut bergerak-gerak namun operculum tak membuka
4
30
-
-mengeluarkan lendir
-posisi tubuh miring dan mengapung
5
40
-
-ikan mati dan insang terlihat berwarna merah





Nama ikan : nila ( oreochromis sp.)
1.       Garam             : 200 gram
 Panjang           : 20 cm
 Tinggi             : 6 cm
 Berat ikan        : 150 gram
Volime air       : 5 L
Salinitas          : 37 ppt
 Warna insang  : merah
2.      Garam : 400 gram
Panjang : 20 cm
Tinggi   : 6 cm
Berat ikan :
Volume air : 5 L
Salinitas : 37 ppt
Warna insang :
3.      Garam : 600 gram
Panjang : 18,5 cm
Tinggi : 6 cm
Berat ikan : 130 gram
Volume air : 5 L
Salinitas : 37 ppt
Warna insang : merah hati
4.      Garam : 800 gram
Panjang : 20 cm
Tinggi : 6,5 cm
Berat ikan : 150 gram
Volume air : 5 L
Salinitas : 100 ppt
Warna insang :

Klasifikasi :
Kingdom     : Animalia
     Filum           : Chordata
         Sub Filum    : Vertebrata
               Kelas           : Osteichtes
                    Sub Kelas    : Acanthoptherigii
                           Ordo            : Percomorphii
                                 Sub Ordo     : Percoidae
                                      Famili           : Cichlidae
                                            Genus          : Oreochromis
                                                            Spesies        : Oreochromis sp.


Tabel 5. Perlakuan 2 ons garam
No
Menit ke
Gerak operculum
Tingkah laku ikan
1
0
85
Masih sehat, stabil dan normal. Gerakan operculum masih stabil dan jelas terlihat. Gerakan pernafasan masih normal saja.
2
10
69
Gerakan operculum masih tetap ada, namun lebih lambat dari sebelum diberi perlakuan. Keadaan masih stabil seperti sebelum diberi perlakuan, masih tetap normal-normal saja.
3
20
55
Pergerakan operculum mulai berkurang, ikan mulai gelisah terus bergerak mengitari akuarium, terkadang posisi ikan berada di permukaan terkadang berada di dasar akuarium.
4
30
46
Ikan mulai mengalami disorientasi berat, ikan berada di permukaan air (mengapung) dengan posisi agak miring ke kanan. Pergerakan operculumnya kian melambat.
5
40
36
Pergerakan operculum kian lama kian melambat, ikan masih tetap dalam keadaan miring dengan posisi di permukaan air, pada saat menit ke 54 ikan sangat gelisah dan agresif. Warna kulit ikan mulai berubah menjadi kemerah-merahan, namun sirip-siripnya normal tidak luka seperti lele.
6
60
10
Ikan berada di permukaan dengan posisi miring, kadang diam, kadang gelisah terus bergerak dan agresif dengan menggerakkan ekornya. Dan tubuh dipenuhi banyak lendir. Dan mati pada menit ke 68.


Tabel 6. Perlakuan 4 ons garam
No
Menit ke
Gerak operkulum
Tingkah laku ikan
1
0
97/menit
-Ikan diam, operculum bergerak normal,masih sehat, pergerakan terlihat jelas.
2
10
94/menit (operkulum terus bergerak)
-perlakuan pemberian garam 4 ons
-ikan bergerak dan agresif
-ikan berbalik menghadap keatas
-ikan mengeluarkan lendir (sedikit)
-ikan selalu bergerak
-ikan tidak bisa diam.

3
20
97/menit (operkulum terus bergerak)
-terjadi perubahan tingkah laku
-ikan selalu berpindah tempat, sirip-sirip selalu bergerak dengan bertambah cepat
-ikan sesekali memompa overkulum
-lendir semakin bertambah pada sirip-sirip ikan
-ikan semakin sering menggerakkan siripnya
-ikan semakin banyak bergerak
4
30
83/menit (penurunan gerak overkulum sangat drastis)
-overkulum sedikit melambat
-pada saat pengadukan garam yang mengendap ikan bergerak agresif
-ikan semakin sering memompa overkulum
-ikan semakin seraing bergerak pada permukaan air
-ikan bergerak agresif dan meloncat-loncat
-ikan menunjukkan ketidak stabilan overkulum (ikan meloncat)
-ikan terus meloncat.
5
40
5/menit ( pergerakan overkulum pelan)
-ikan menutup overkulum dengan terus memberontak
-tubuh ikan tidak stabil (miring)
-overkulum tidak bergerak/tertutup
-warna semakin gelap dan pucat
-ikan mengapung dipermukaan
-ikan diam dipermukaan tidak bergerak.
-pada saat ikan disentuh ikan tidak bergerak.
-ikan kembali agresif dengan menggerakkan sirif dada.
-pada saat ikan disentuh overkulum bergerak.
-warna sirip-sirip ikan memerah dan sedikit memucat.
-ikan tidak bergerak/diam namun disentuh ikan masih menggerakkan siripnya.
-ikan kembali bergerak agresif.
6
50
22/menit

(pergerakan overkulum melemah)





(overkulum tidak bergerak lagi)
-Overculum bergerak tidak stabil dengan sesekali memompa overculum dengan kuat.
-Overkulum bergerak dengan pelan dengan sedikit terbuka.
-ikan meloncat dan bergerak agresif  di permukaan.
-ikan memompa overkulum dengan kuat.
-ikan diam dipermukaan, pada saat disentuh ikan menggerakkan mulutnya.
-tubuh ikan semakin pucat dengan tidak bergerak di permukaan.
-ikan tidak bergerak pada saat disentuh ikan tidak menunjukkan tanda-tana kehidupan.
-ikan mati pada menit ini.

                                      Tabel 7. Perlakuan 6 ons garam
No
Menit ke-
Gerakan Operkulum
Tingkah laku ikan menit ke-


1
1 ( tanpa perlakuan )
114 kali
ikan bergerak aktif

2
10
65 kali
kepala ikan mengapung keatas, sirip bergerak pelan

3
20
62 kali
mulai banyak bintik merah disekitar kepala, menit ke-

23 bdan miring ke kiri dan kanan,bergerak lambat

4
30
57 kali
bergerak aktif, banyak mengeluarkan gelembung

5
40
53 kali
ikan mulai gelisah, berenang aktif, operkulum

berwarna ungu, ikan muntah.

6
50
39 kali
Ikan mengapung,mengeluarkan gelembung,operkulum

bergerak lemah, badan pucat membiru.

7
60
0
menit ke- 48 ikan mati


Tabel 8. Perlakuan 8 ons garam
No
Menit ke
Gerak operkulum
Tingkah laku ikan
1
0
101/menit
-ikan tenang
-gerak operkulum normal.
-warna cerah
-mulut membuka-menutup.
-ikan berenag didasar.
-mata cerah
-gerakan sirip aktif
2
10
35/menit
-gelisah
-berenang dikolam air.
-warna mulut berubah kekuningan.
-sirip dada dan sirip punggung mengembang.
3
20
25/menit
-mengeluarkan lendir
-gelisah
-mulai disorientasi
-berenang di permukaan.
-mata pucat
-agian kepala (terutama overkulum) berubah warna menjadi kemerahan.
-sirip punggung diermukaan.
-tubuh ikan mulai kehilangan orientasi.
-gerak operkulum melemah.
-ikan berada dipermukaan dengan tubuh mengapung.
-mulut megap-megap
4
30
0 menit (tidak ada pergerakan)
-operkulum tidak bergerak sam sekali.
-mulut dalam posisi membuka.
-terjadi perubahan warna pada tubuh, overkulum, mata dan mulut.

Nama ikan :bawal ( calossoma makropomum)
1.      Garam : 200 gram
Panjang : 29 cm
Tinggi : 14 cm
Berat ikan : 700 gram
Volume air : 7 L
Salinitas : 71 ppt
Warna insang :
2.      Garam : 400 gram
Panjang : 27 cm
Tinggi : 12 cm
Berat ikan : 50 gram
Volume air : 7 L
Salinitas : 71 ppt
Warna insang : merah pucat
3.      Garam : 600 gram
Panjang : 25,5 cm
Tinggi : 12 cm
Berat ikan : 500 gram
Volume air : 7 L
Salinitas : 71 ppt
Warna insang : merah pekat
4.      Garam : 800 gram
Panjang : 27 cm
Tinggi : 12 cm
Berat ikan : 500 gram
Volume air : 7 L
Salinitas : 100 ppt
Warna insang : merah tua/gelap

Klasifikasi :
Filum : chordata
     Kelas  : pisces
          Ordo  : cypriniformes
              Famili : characidae
                 Genus : colossoma
                        Spesies : colossoma macropomum


Tabel 9. Perlakuan 2 ons garam
No
Menit ke-
Gerakan Operkulum
Tingkah laku ikan


1
1 ( tanpa perlakuan )
135 kali
ikan bergerak aktif

2
10
89 kali
ikan aktif, sirip diam dan badan ikan terbalik

3
20
95 kali
ikan menggelepar, ikan mulai gelisah, menit ke-24

badan ikan terbalik,kepala mulai memutih.

4
30
75 kali
mata memutih, operkulum lambat, menggelepar

5
40
0
ikan diam terbaring, ekor berlendir,air menjadi

keruh karena ikan muntah

6
50
0
Lendir mulai keluar banyak, keadaan ikan miring,

mata putih menonjol, mulut menganga,

7
60
0
Ikan mati



Tabel 10. Perlakuan 4 ons garam
No
Menit ke-
Gerakan operkulum
Tingkah laku ikan
1
0
131/menit
-gerakan sirip lincah
-gerak mulutdan operkulum stabil/normal
-warna ikan cerah
-mata cerah
Ikan tampak tenang
2
10
67/menit
-ikan tampak gelisah
-ikan melompat-lompat
-mengapung dipermukaan
-gerak operkulum dan mulut tidak stabil/lebih lambat dari sebelumnya.
-terjadi perubahan warna terutama pada bagian operculum berwarna merah pucat.
-gerak operkulum semakin lambat dan tidak tampak secara kasat mata
-warna pucat dan tubuh mulai berlendir
3
20
31/menit
-tubuh terapung di permukaan air.
-tubuh banyak mengeluarkan lendir.
-ikan tampak stres dan disorientasi
-ikan sempat melompat-lompat
4
30
17/menit
-semakin banyak lendir
Warna mata dan tubuh semakin pucat
-posisi tubuh mengapung dipermukaan air
-mulut juga banyak mengeluarkan lendir
-rongga mulut berubah warna menjadi biru pucat
-warna operkulum berubah merah kekuningan.
5
40
8/menit
-gerak mulut dan operkulum sangat lambat.
-hanya sesekali mulut membuka dan menutup
-lendir juga semakin banyak dikeluarkan.
6
50
5/menit
-mata berubah warna menjadi putih pucat.
Mulut sangat banyak mengeluarkan lendir.
7
52
0/menit
Ikan mati

Tabel 11. Perlakuan 6 ons garam
No
Menit ke
Gerak operculum
Tingkah laku ikan
1
0
109
Ikan masih tenang, sehat dan stabil. Pergerakan operculum sangat cepat, warna tubuh ikan masih cerah, sisiknya bagus, sirip-siripnya utuh, warna mata dalam keadaan normal.
2
10
53
Ikan mulai gelisah dan agresif. Pergerakannya lebih aktif dibanding ikan lele dan ikan nila. Gerakan operculumnya mulai melemah dari sebelumnya. Posisi ikan terdapat di permukaan. Dan tubuh ikan banyak terdapat lendir
3
20
18
Ikan diam dengan posisi berada di permukaan, gerakan operculum melemah bahkan hamper tidak ada. Mulut ikan bergerak seperti komat-kamit, sirip-siripnya luka, mata ikan berwarna putih pada bagian tengahnya, permukaan tubuh dipenuhi banyak lendir, kulitnya mengelupas.
4
40
0
Ikan mati


Tabel 12. Perlakuan 8 ons garam
No
Menit ke
Gerakan operkulum
Tingkah laku ikan
1
0
144 per menit
-Ikan mengeluarkan makanan pada saat dimasukan ke aquarium (ikan seperti stress)
-Ikan selalu bergerak
2
10
65 per menit

-Perlakuan diberikan garam 8 ons.
-Pergerakan mulut sangat cepat.
-Ikan langsung menutup overculum.
-Pergerakan overculum melemah.
-Ikan mengapung di permukaan.
-Ikan meloncat-loncat di permukaan.
-Ikan tidak bergerak pada saat garam dibawah diaduk.
-Pergerakan mulut sangat lambat/perlahan-lahan melambat (terdapat lendir pada tubuh).
-Ikan bergerak agresif dan mengapung di permukaan.
-Ikan diam.
-Ikan bergerak dengan tidak bisa tenang.
-Ikan bergetar-getar (menggetarkan tubuh)
-Lendir pada tubuh ikan sangat banyak
-Ikan kembali diam di permukaan
-Ikan bergerak agresif kembali
-Mata ikan memutih
3
20
4 per menit

-Ikan diam di permukaan
-Pada saat disentuh ikan kembali bergarak agresif
-Ikan diam di permukaan
-Pada seluruh tubuh berwarna putih dan lendir semakin banyak
-Ikan di sentuh namun ikan tidak memberikan respon/gerakan
-Ikan masih hidup dengan sesekali mnggerakan mulut
-Ikan diam di permukaan
-Mata ikan memutih
-Lendir pada tubuh ikan semakin banyak
-Ikan disentuh namun tidak ada pergrakan sama sekali
-Ikan mati pada menit ini

Nama ikan : Mas (ciprinus carpio)
1.      Garam : 200 gram
       Panjang : 12 cm
       Berat ikan : 50 gram
      Volume air : 7 L
     Salinitas : 24 ppt
     Warna insang : merah pucat
2.      Garam : 400 gram
       Panjang : 12 cm
       Berat ikan : 50 gram
      Volume air : 7 L
     Salinitas : 60 ppt
     Warna insang : merah hati
3.      Garam : 600 gram
       Panjang : 12 cm
       Berat ikan : 50 gram
      Volume air : 7 L
     Salinitas : 85 ppt
     Warna insang : merah pucat
4.      Garam : 800 gram
       Panjang : 11 cm
       Berat ikan : 50 gram
      Volume air : 7 L
     Salinitas : 120 ppt
     Warna insang : merah merun


Klasifikasi :
Phylum : Chordata
        Sub-phylum : Vertebrata
              Classis           : Osteichthyes
                    Sub-classis     : Teleostemi
                              Ordo            : Teleostei
                                                   Sub-ordo               : Physestomi
                                          Familia            : Cyprinidae
                                                   Genus           : Cyprinus
                                                           Species            : Cyprinus carpio
                                                         

Tabel 13. Perlakuan 2 ons garam
Menit ke
Gerak Operkulum
Tingka Laku Ikan
1
79
Gerak ikan aktif, warnah cerah, mata cerah
10
0

-Menit ke 11 Setelah dilakukan pemberian garam sebanyak 2 ons, Keadaan ikan disorientasi
-Posisi tubuh ikan miring
-Keadaan mulut ikan ngap-ngap
-Mata buaram
-Menit ke 15 Ikan bergerak kembali namun hanya sebentar, kemudian ikan kembali ke kondisi disorientasi
-Menit ke 17 Ikan bergerak melompat ke atas
-Warna tubug ikan buram
20
8
-Ikan dalam keadaan disorientasi
-Menit ke 26 Ikan mengeluarkan urine
-Menit ke 27 Ikan Mas Koi mati

Tabel 14. Perlakuan 4 ons garam
Menit ke
Gerak Operkulum
Tingkah laku ikan
1
105
Pergerakan ikan tenang dan pernapasan stabil
10
0
Pergerakan ikan panik, badan ikan tidak seimbang
20
0
Ikan terlihat pingsan kadang-kadang meronta-ronta, tubuh ikan  mengambang dan berlendir
30
0
Ikan pingsan, tubuh mengambang dan kulit pucat
40
0
Ikan mati dan badan banyak mengeluarkan lendir


Tabel 15. Perlakuan 6 ons garam
Menit ke
Gerak operculum
Tingkah laku ikan
0
120
-berenang dan bergerak dengan aktif dan lincah
10
136
-mengapung
-meloncat-loncat
-disorientasi
-posisi tubuh miring
-operculumnya bergerak semakin cepat
-benyak mengeluarkan lendir
20
30
-meloncat tiba-tiba
-pingsan
-disorientasi
-gerak operculum mulai pelan
-terkadang diam dan terkadang mengapung dalam posisi miring
30
0
Ikan mati dan warna insang merah pucat

Tabel 16. Perlakuan 8 ons garam
Menit ke
Gerak operculum
Tingkah laku ikan
1
70
-          Aktif, mengelilingi aquarium

10
38
-          Panik/ stress
-          Daban miring diatas permukaan
-          Mulut membuka
-          Meloncat-loncat
-          Sirip membuka
-          Meloncat-loncat mengelilingi aquarium

20
5
-          Meloncat-loncat
-          Sirip membuka
-          Berenang dengan badan miring
-          Mengeluarkan lendir
-          Mengeluarkan urine
-          Tidak ada pergerakan overculum
-          Mata pucat
-          Badan miring mengambang diatas permukaan

25
0
-          Ikan mati


Nama ikan : Gabus ( channa striata)

1.      Garam : 200 gram
             Panjang : 37 cm
            Berat ikan : 195 gram
           Volume air : 5 L
            Salinitas : 37 ppt
                        Warna insang : merah pucat
2.      Garam : 400 gram
             Panjang :24 cm
            Tinggi : 4 cm
            Berat ikan : 250 gram
           Volume air : 5 L
            Salinitas : 37 ppt
                       Warna insang : merah pucat
3.      Garam : 600 gram
             Panjang : 29 cm
            Tinggi : 5,5 cm
            Berat ikan : 200 gram
           Volume air : 5 L
            Salinitas : 37 ppt
                       Warna insang : merah hati pucat
4.      Garam : 800 gram
             Panjang : 27,5 gram
            Tinggi : 4,5 cm
            Berat ikan : 200 gram
           Volume air : 5 L
            Salinitas : 37 ppt
           Warna insang :merah pekat
Klasifikasi :
Kerajaan : animalia
     Filum : chordata
           Kelas : Actinopterygii
                 Ordo : Perciformes
                         Famili : Channidae
                               Genus : Channa
                                  Spesies : Channa striata

Tabel 17. Perlakuan 2 ons garam
No
Menit ke
Gerakan operkulum
Tingkah laku ikan
1
0
31/menit
-ikan tampak tenang di dasar akuarium
-warna tubuh dan mata cerah
-gerak sirip dada normal
-operkulum membuka dan menutup perlahan

2
10
11/menit
-ikan tampak gelasah
-ikan mengalami disorientasi
-mata merah terang
-mulai mengeluarkan lendir
-ikan kadang berenang kepermukaan
-bagian kepala di dasar akuarium
-ikan tampak sangat gelisah/stress hingga menabrak dinding akuarium
3
20
5/menit
-bagian kepala di permukaan/posisi terbalik dari sebelumnya
-bagian tengah hingga ekor berada di dasar
-ikan tampak gelisah dari sebelumnya
-tubuh semakin banyak mengeluarkan lendir
-mata mulai berubah warna dan pucat
-gerak operkulum melamban
-ikan semakin gelisah dan stress, sesekali berenang mengeliingi akuarium
-ikan sempat melompat sesekali
-lendir yang di keluarkan tubuh semakin banyak
-tubuh ikan kehilangan orientasi/tidak seimbang
-warna tubuh semakin pucat
4
30
3/menit
-ikan semakin sering melompat2
-semakin gelisah dan kehilangan orientasi
-warna mata semakin berubah menjadi biru pucat
-lendi yang diproduksi tubuhnya semakin banyak
-ikan berada di dasar akuarium
5
40
2/menit
-ikan kembali melompat2 dan membentur dinding akuarium
-mata hampir seluruhnya biru pucat
-ikan kehilangan disorientasi(posisi terlentang)
-operkulum membuka dan menutup sangat lamban
-lendir semakin  banyak dan warna tubuh semakin pucat
-lama kelamaan gerak operkulum hamir tidak terlihat
-ikan diam, kaku, sama sekali tidak bergerak di dasar akuarium dengan posisi terlentang setengah badan di dasar, dan setengahnya lagi dikolam.
-tubuh agak kemerahan
-Lendir semakin bertambah banyak
6
45
0/menit
-Ikan mati


Tabel 18. Perlakuan 4 ons garam
No
Menit ke-
Gerakan Operkulum
Tingkah laku ikan menit ke-


1
1 ( tanpa perlakuan )
31 kali
ikan bergerak aktif

2
10
24 kali
Ikan mengeluarkan feses,menit ke-12 badan terbalik

Mulai berlendir, menit ke-13 diam iakn diam,

menit ke-18 ikan berputar, mengeluarkan gelembung.

3
20
4 kali
Badan terbalik, sirip bergerak pelan, mata merah

4
30
1 kali
Sirip bergerak lambat, mengeluarkan feses,

menit ke-32 Ikan mati


Tabel 19. Perlakuan 6 ons garam
No.
Menit ke
Gerak overculum
Tingkah laku ikan
1.
1-2
22 per menit
-Ikan tenang di dasar aquarium dengan sesekali naik ke permukaan mengambil oksigen
-Warna ikan cerah
2
10
6 per menit



(Ikan cenderung menutup overculum di buka hanya sesekali)



(over culun terbuka 1 kali)
(Overculum tidak bergerak)
-Perlakuan di berikan garam 6 ons
10-11
-Ikan bergerak agresif dengan meloncat-loncat
-Warna tubuh memutih
12-13
-Ikan mengapung di permukaan
-Posisi kepala di bawah ekor di atas
14
-Warna tubuh semakin memutih
15
-Ikan mengembangkan sirip-siripnya
-Ikan sesekali meloncat dan mulut sesekali terbuka
-Warns tubuh semakin gelap dan pucat
16
-Ikan mengeluarkan darah dari overculum
17
-Mata ikan memutih
-Tubuh ikan dengan posisi terbalik
-Ikan diam dengan banyak meneluarkan darah
18
-Ikan berputar-putar
19
-Ikan diam di permukaan
3.
20-21
O per menit

(Overculum tidak menandakan pergerakan)
-Ikan tetap diam di permukaan
21-26
-Ikan tidak bergerak lagi seperti mati
27
-Ikan menggerakan ekor dengan posisi trbalik
28
-Ikan meloncat
29
-Ikan tidak bergerak dan diam
4.
30-31
O per menit
(overculum tidak bergerak)
-Lendir semakin banyak
-Warna mata ikan putih pucat dengan di dalamnya merah
32
-Ikan mati pada menit ini







Tabel 20. Perlakuan 8 ons garam
No
Menit ke
Gerak operculum
Tingkah laku ikan
1
0
21
Ikan dalam keadaan tenang, pergerakan operculum masih stabil, morfologi ikan masih bagus.
2
10
4
Ikan mulai mengalami disorientasi pergerakan operculum melemah, ikan sangat gelisah dan posisi ikan miring kekanan dan beradadi permukaan, dan terkadang miring ke kiri. Terkadang bukan hanya miring ke kiri dank e kanan, terkadang tubuh ikan berputar-putar. keluar darah dari sirip dada. Banyak terdapat lendir dan darah pada permukaan tubuh ikan. Posisi tubuh ikan dengan kepala di dasar dan ekor di permukaan.
3
20
0
Pergerakan operculum tidak ada lagi. Posisi ikan menetap di permukaan (mengapung). Mata ikan berwarna merah, kadang ikan bergerak sesekali. Sirip-sirip ikan luka, banyak terdapat lendir di sekitar permukaan tubuhnya.
4
30
12
Tiba-tiba ikan bergerak dan bernafas, ikan bergerak sangta gelisah, memutar-mutar badannya.
5
40
0
Mata pada bagian tengahnya makin lama makin memerah dan di pinggirannta berwarna putih, ikan tidak lagi bergerak. Pada menit ke 42 ikan mati.

Nama ikan : Patin (pangasius pangasius)
1.      Garam : 200 gram
Panjang : 30 cm
Berat ikan : 250 gram
Volume air : 5 L
Salinitas : 24 ppt
           Warna insang: merah marun
2.      Garam : 400 gram
Panjang : 31 cm
Berat ikan : 300 gram
Volume air : 5 L
Salinitas : 60 ppt
           Warna insang : merah marun
3.      Garam : 600 gram
Panjang : 25 cm
Berat ikan : 200 gram
Volume air : 5 L
Salinitas : 85 ppt
           Warna insang : merah hati
4.      Garam : 800 gram
Panjang : 40 cm
Berat ikan : 300 gram
Volume air : 5 L
Salinitas : 120 ppt
           Warna insang : merah hati
 Klasifikasi :
Filum           : Chordata
      Sub Filum   : Vertebrata
           Kelas           : Pisces
                  Sub Kelas   : Teleostei
                        Ordo           : Ostariophysi
                             Sub Ordo   : Siluroidei
                                 Famili         : Schilbeidae
                                     Genus        : Pangasius
                                          Spesies      : Pangasius pangasius


Tabel 21. Perlakuan 2 ons garam
Menit ke
Gerak operculum
Tingkah laku ikan
0
85
- Ikan terlihat tenang
- Berada di dasar
10
0
- Bergerak aktif namun operculum tidak membuka
- Berada didasar dan kadang di permukaan
20
0
- Sedikit aktif
- Berenang mulai pasif
30
5
- Diam dan tenang
- Operculum kadang membuka
- Mulut menjadi berwarna merah
40
2
- Pergerakan pasif
50
5
- Bergerak aktif
- Meloncat-loncat dan mengamuk
- Operculum kadang membuka
60
0
- Posisi tubuh miring
- Berada di dasar
- Ikan mati

Tabel 22. Perlakuan 4 ons garam
Menit ke
Gerak operkulum
Tingkah laku ikan
1-10
84
-          Tenang/ normal
-          Panik
-          Meloncat-loncat
-          Badan agak miring
-          Meloncat-loncat
-          Sekali-kali membuka mulut
-          Ikan mengeluarkan lendir
-          Badan miring dan mengapung
-          Sirip membuka lebar

20
94
-          Mulut membuka lebar
-          Mata pucat
-          Pingsan
-          Meloncat-loncat
-          Badan terbalik kepala dibawah dan ekor diatas
-          Sirip bergerak-gerak
-          Meloncat-loncat/ memberontak

30
6
-          Badan miring dan sirip
Melebar
-          Tidak ada pergerakan overculum
-          Mulut membuka
-          Ikan mati

Tabel 23. Perlakuan 6 ons garam
Menit ke
Gerak Operkulum
Tingkah laku ikan
1
41
Pergerakan ikan tenang dan stabil
10
0
Pergerakan ikan panic
20
0
Ikan terlihat pingsan, tubuh ikan  mengambang dan berlendir
30
0
Ikan pingsan, tubuh mengambang dan kulit pucat
40
0
Ikan mati

Tabel 24. Perlakuan 8 ons garam
Menit ke
Gerak Operkulum
Tingka Laku Ikan
1
106
-Keadaan ikan aktif
10

13
-Menit ke 11 setelah ditambahkan garam sebanyak 4 ons, ikan mengalami disorientasi
-Keadaan posisi tubuh miring
-Ikan sesekali meloncat
-Mulut ikan ngap-ngap
-Badan ikan sesekali memutar dipermukaan air

20






0
-Ikan memutar-mutarkan badan
-Posisi tubuh ikan miring
-Ikan meloncat sesekali
-Menit ke 23 Ikan Mati

Nama ikan : Gurami ( osphoromemus gouramy)
1.      Garam : 200 gram
Panjang : 25 cm
Tinggi : 11,5 cm
Berat ikan : 350 gram
Volume air : 7 L
Salinitas : >100 ppt
Warna insang : merah pucat
2.      Garam : 400 gram
Panjang : 26,5 cm
Tinggi : 9,5 cm
Berat ikan :350 gram
Volume air : 7 L
Salinitas :> 100ppt
Warna insang : merah marun
3.      Garam : 600 gram
Panjang : 25 cm
Tinggi : 11,5 cm
Berat ikan : 300 gram
Volume air : 7 L
Salinitas :>100 ppt
Warna insang : merah pucat
4.      Garam : 800 gram
Panjang : 25 cm
Tinggi : 12 cm
Berat ikan : 400 gram
Volume air : 7 L
Salinitas : >100 ppt
Warna insang : merah hati (agak pucat)

Klasifikasi :
Phylum/Filum    : Cordata
     Subfilum           : Vertebrata
         Classis/Kelas    : Pisces
             Ordo/Bangsa    : Labyrinthici
                  Familia/Suku     : Anabantoidae
                     genus/Marga     : Osphronemus
                         Species/Jenis     : Osphoronemus gouramy
Tabel 25. Perlakuan 2 ons garam
No
Menit ke
Gerak operkulum
Tingkah laku ikan
1
0
67/menit
-Ikan tenang di dasar aquarium dengan sesekali naik ke permukaan mengambil oksigen
-Warna ikan cerah
2
10
60/menit
-Perlakuan di berikan garam 6 ons
-Ikan bergerak agresif dengan meloncat-loncat
-Warna tubuh memutih
-Ikan mengapung di permukaan
-Posisi kepala di bawah ekor di atas
-Warna tubuh semakin memutih
-Ikan mengembangkan sirip-siripnya
-Ikan sesekali meloncat dan mulut sesekali terbuka
-Warns tubuh semakin gelap dan pucat
-Ikan mengeluarkan darah dari overculum
-Mata ikan memutih
-Tubuh ikan dengan posisi terbalik
-Ikan diam dengan banyak meneluarkan darah
-Ikan berputar-putar dan diam di permukaan
3
20
2/menit
-Ikan tetap diam di permukaan
-Ikan tidak bergerak lagi seperti mati
-Ikan menggerakan ekor dengan posisi terbalik
-Ikan meloncat
-Ikan tidak bergerak dan diam
4
30
0/menit
-Lendir semakin banyak
-Warna mata ikan putih pucat dengan di dalamnya merah
-Ikan mati pada menit ini

Tabel 26. Perlakuan 4 ons garam
No
Menit ke-
Gerakan Operkulum
Tingkah laku ikan menit ke-
1
1 (tanpa perlakuan)
64 kali
Ikan diam,operkulum aktif bergerak, Menit ke-2
Ikan mengambang, Menit ke-3 ikan bergerak aktif
kembali, mulut luka, menit ke-7 berlendir
2
10
18 kali
Ikan terbaring, mata kuning, sirip bergerak kejang
3
20
0
Ikan terbaring mengapung, kemudian mati


Tabel 27. Perlakuan 6 ons garam
No
Menit ke
Gerak` operkulum
Tingkah laku ikan
1
0
85/menit
-ikan tenang
-warna mata cerah
-gerak operkulum normal
-warna tubuh ikan cerah
2
10
15/menit
-ikan melompat2
-ikan tampak sangat gelisah
-tubuh ikan mangapung di permukaan
-warna tubuh berubah agak kemerahan
-gerakan tubuh pasif

3
20
8/menit
-lendir semakin banyak
-kadang ikan bergerak sesekali
-mata berubah warna menjadi kekuning-kuningan
-tubuh tetap dalam keadaan mengapung di pipermukaan
-sedikit mengeluarkan lendir
-sirip dada bergerak sesekali
4
30
Tidak ada
-tubuh mengeluarkan lendir semakin banyak
-posisi ikan mengambang di permukaan air
-warna tubuh berubah menjadi semakin pucat
-warna mata berubah kuning kehijauan
-pupil mata berwarna hijau

Tabel 28. Perlakuan 8 ons garam
No
Menit ke
Gerak operculum
Tingkah laku ikan
1
0
60
Ikan dalam keadaan normal, gerak operculumnya normal, namun morfologi ikan tidak bagus, tubuhnya dipenuhi luka disebabkan terluka saat ditangkap.
2
10
44
Ikan sangat agresif pergerakannya, kulit ikan makin hancur, keluar darah dari luka dan tubuhnya dipenuhi lendir. Sirip dada bergerak melambai-lambai pada menit ke 16, dan ikan dengan posisi berada di permukaan dalam keadaan diam dan hanya sirip dada saja yang bergerak.
3
20
0
Ikan mati pada menit ke 22


4.2  Pembahasan
a.       Ikan Lele
Pada hasil praktikum yang dilakukan dengan garam 2ons
Butuh waktu 50menit ikan lele bertahan hidup dalam perlakuan 2ons garam.
Pada hasil praktikum yang dilakukan dengan garam 4ons
Ikan lebih cepat mati dibandingkan dengan perlakuan 2ons garam karena kemampuan ikan berosmoregulasi pada garam 4ons yang buruk . Pada perlakuan 6ons garam ikan mati pada menit ke 50 namun ikan lebih cepat lemas dan memberontak , sedangkan pada perlakuan 8ons garam ikan mati pada menit ke 40 , cepat lemas dan gerak operkulum sangat lemah .

b.      Ikan Nila
Pada hasil praktikum dengan garam 2ons ikan nila mati pada menit ke 68 , ikan nila lebih kuat daripada ikan lele , itu berarti ikan nila bisa hidup diair payau . Pada perlakuan garam 4ons ikan mati pada menit ke 50 , Pada perlakuan garam 6ons ikan nila mati pada menit ke 48 lebih cepat daripada saat perlakuan garam 2ons dan 4ons. Pada perlakuan garam 8ons ikan nila lebih cepat lagi mati pada menit ke 30 , ikan nila paling cepat mati pada saat diperlakukan dengan garam 8ons.

c.       Ikan Bawal
Ikan bawal diberi perlakuan dengan 2ons garam mati pada menit 60 , pada perlakuan garam 4ons ikan bawal mati pada menit ke 52 tidak terlalu jauh berbeda dengan perlakuan garam 2ons , pada perlakuan garam 6ons ikan mati pada menit ke 40 , dan pada perlakuan 8ons garam ikan bawal lebih cepat mati dalam menit ke 30 , ini membuktikan ikan bawal hanya dapat bertahan beberapa saat diluar lingkungan aslinya.

d.      Ikan Gabus
Pada hasil praktikum dengan menggunakan garam 2ons ikan gabus yang diberi perlakuan 2ons garam mati dalam menit ke 45. Pada perlakuan garam 4ons ,ikan gabus mati pada menit ke 32 . Pada perlakuan garam 6ons ikan gabus mati pada menit ke 30 sedangkan pada perlakuan garam 8ons ikan gabus lebih cepat mati di menit ke 42
e.       Ikan Mas
Pada perlakuan 2ons ikan mas bertahan selama 27menit sangat cepat , kemudian pada perlakuan 4ons garam ikan mas mati pada menit ke 40 lebih lama dari perlakuan 2ons garam , pada perlakuan 6ons garam ikan mati pada menit ke 30 , dan pada perlakuan 8ons garam ikan mas hanya mampu bertahan selama 25menit.
f.       Ikan Patin
Pada perlakuan garam 2ons ikan patin mampu bertahan sampai menit ke 60 , pada perlakuan 4ons ikan patin mati pada menit ke 40 , pada perlakuan garam 6ons ikan patin bertahan sampai menit ke 40 , sedangkan pada perlakuan 8ons garam , ikan patin hanya bertahan sampai menit ke 23 saja.
g.      Ikan Gurame
Ikan Gurame yang diberi perlakuan 2ons garam dapat bertahan hidup sampai menit ke 49 , pada perlakuan 4ons ikan gurame mati pada menit ke 25 , pada perlakuan 6ons garam ikan gurame mati pada menit ke 30 , sedangkan untuk peralakuan 8ons garam ikan gurame hanya dapat bertahan selama 14menit saja.

















BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan
Pada praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ikan air tawar mengalami perbedaan tingkah laku ikan pada setiap perlakuan garam 2ons, 4ons , 6ons , dan 8ons . Pada perlakuan garam 2ons ikan masih bisa bertahan lebih lama dan beradaptasi dalam lingkungan yang bersalinitas lebih tinggi dari salinitas hidupnya biasa , pada perlakuan ekstrim 8ons garam pada ikan , ikan mudah sekali stres dan mengamuk karena salinitas yang terlalu tinggi .
5.2. Saran
Ikan air tawar hanya dapat bertahan pada air tawar saja , ketika diberi perlakuan garam yang merubah salinitas dari air tawar maka ikan air tawar hanya dapat bertahan paling lama 1 jam bahkan kurang dari itu . Jadi , jika kita ingin menjaga kestabilan hidup ikan air tawar pada lingkungannya kita harus memperhatikan salinitas yang pas untuk ikan air tawar .







No comments:

Post a Comment